Hilda (Tiga Belas)

Melalui matamu engkau takkan bisa menatap-Ku Hujan semakin deras, membuat penglihatan Wafa terbatas sehingga mobil melaju pelan. “Dari mana tadi?” tanya Wafa memecah hening di antara mereka. “Kampus,” jawab Hilda singkat. “Memang hari Minggu ada kuliah?” “Saya ada pelatihan...

Hilda (Dua Belas)

LEMAHNYA KESEJAJARAN LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN Hilda masih terbengong menoleh ke arah belakang, siapa tahu bukan dia yang dipanggilnya. Seorang laki-laki turun dari mobil dengan membawa payung dan menghampirinya. Hilda terkejut dengan laki-laki yang tepat berdiri...

Hilda (Sebelas)

HUJAN DAN DOA MALAIKAT “Tante, jika pelakunya ketemu lantas apa yang saya dapatkan? Saya akan membenci laki-laki itu seumur hidup saya. Dia tidak layak menjadi seorang ayah, saya juga tidak mau jika menikah dengan laki-laki...

Luka Hilda (Sepuluh)

KEHILANGAN PENDIDIKAN Ibu Ema tergesa-gesa masuk ruangan guru dan menanyakan apa yang baru saja dia dengar dari para siswa. “Bu Tika, apa benar pak kepala sekolah mengeluarkan Hilda?” Bu Tika mengangguk. “Masya Allah, apa tidak bisa dipertimbangkan...

Luka Hilda (Sembilan)

KEMATIAN BELA Ibu berpikir, mungkin Rindang bisa membantu mencarikan solusi ini. Segera Dia menghubungi Rindang dan memintanya datang ke rumah karena Dia tidak bisa meninggalkan Hilda sendirian. Rindang pun segera datang dan mendiskusikan masalah ini. “Saya...

Luka Hilda (Delapan)

BUAH TANPA HATI “Nak, kita tidak boleh tergesah – gesah, kita harus memikirkan matang-matang tentang hal ini sayang,” kata ibu yang juga kebingungan dalam hal ini. “Ini anak haram ibu, Hilda ingin menggugurkannya, Hilda tidak mau...

Luka Hilda (Tujuh)

  Hilda masih  terpejam dan air matanya masih membasahi pipi hingga bantalnya. Malam semakin larut, tapi dia tak bisa tidur, bayangan masa lalunya masih berjalan secara spontan dalam pejaman. Betapa dia sangat menyayangi sahabatnya, sering sekali...

Luka Hilda (Enam)

KEHILANGAN SENYUM Dia selalu merasa ketakutan setiap mengingat tanggal itu. Betapa dirinya hina, hancur, nelangsa, kecewa dan putus asa. Tanggal itu membuat hatinya tertutup untuk menerima cinta dari siapapun. Baginya cinta yang dimilikinya hanya untuk...

Hilda (Lima)

MEREBUT HATI TANPA PERMISI Melihat Hilda, Wafa seperti merasakan hal yang aneh dalam dirinya. Sebelum bertemu dengannya, setiap perempuan sepertinya sama saja bagi Wafa. Tidak ada perempuan yang spesial baginya sehingga ia tidak pernah diketahui...

HILDA (Empat)

“Ibuuuu! Maafkan Hilda. Apa yang harus Hilda lakukan, Ibu… Ibuuuu,” Hilda mengguncang-guncang tubuh Andin di sebelahnya sambil mulutnya terus memanggil-manggil ibunya. “Hilda, bangun… kamu tidak apa-apa? Hilda…!” panggil Andin yang...

Artikel Terbaru

Mafhum Mukhalafah Frase “Tanpa Persetujuan Korban”

Mafhum Mukhalafah Frase “Tanpa Persetujuan Korban”

Mafhum Mukhalafah Frase “Tanpa Persetujuan Korban” Tadi malam, di hadapan para kader ulama perempuan, aku berbiacara tentang logika “mafhum mukhalafah” yang sekarang sedang viral. Sebagaimana...

Instagram