Takdir Berkata Iya

Hilda mendengar bahwa Wafa sudah pulang beberapa hari lalu, dia mendengar kesedihan Andin yang merengek-rengek karena ditinggal pujaan hatinya.

“Kenapa kemaren aku harus ada kuliah sih, jadi aku gak tahu kalau mas Wafa pulang. Ah… entah kapan lagi kami akan bertemu,” katanya sambil memegang tangan Hilda.

“Alhamdulillah ya Allah, berarti sahabatku akan kembali ke dunia nyata,” ledek Hilda.

“Hilda…..!!!”

Andin mencoba menggelitik Hilda, Hilda menghindar dan berusaha membalas.

“Hahahaha…. Stop Da…!” kata Andin sambil terpingkal tak bisa tahan dengan serangan Hilda.

“Hilda, apa kamu benar tidak merasakan apa-apa terhadap mas Wafa?”

“Maksudmu perasaan apa?”

“Ya, kan kamu beberapa kali ketemu langsung sama mas Wafa, bahkan pernah satu mobil dengannya.”

(bersambung)

______________

Mohon Maaf, untuk Kisah Hilda kami hapus dari web, karena sudah masuk proses Edit untuk diterbitkan dalam bentuk Novel.

Teruntuk Sahabat Pecinta Kisah Hilda, penulis haturkan terima kasih sudah berkenan membaca kisah Hilda, dan tunggu kehadiran kisah Hilda dalam bentuk Novel pada awal tahun 2020.

Salam Cinta untuk Semuanya.

*Oleh: Muyassaroh H, asal Panguragan Cirebon. Saat ini menetap di Wonocatur Baguntapan Bantul. Bersama keluarga kecilnya Ia menemani anak-anak di TPA Masjid Az-Zahrotun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here