Hilda (enam belas)

MENGANGGAP PEREMPUAN SEBAGAI BENDA MATI Aku Rindang, orang yang selalu ingin berterima kasih kepada dua perempuan yang telah memberikan banyak pelajaran dan pengalaman hidup. Karena mereka berdua aku masih berdiri tegak untuk melakukan perubahan-perubahan positif bagi siapapun, khususnya merubah cara pandang masyarakat terhadap perempuan. Tentunya aku pun akan selalu berterima kasih kepada sosok ulama perempuan…

Read More

Hilda (lima belas)

Rindang   “Saya tidak tahu bu, saat itu saya sedang ada kelas, lalu saya mendengar suara Hilda bereriak-teriak,beberapa siswa ke luar kelas dan mengerumuni Hilda, saat itu Hilda mengamuk bahkan dia menarik kerah baju beberapa siswa sambil bilang ‘kamu pelakunya’ teriakan dan tangisan Hilda semakin menjadi-jadi. Pak kepala datang dan menyuruh kami melakukan ini.” Aku…

Read More

Hilda (Empat Belas)

SEBUAH BUKU Bagaiamana aku bisa melupakan tatapan itu dan suaranya yang kian detik kian melintas dalam diriku. Tak mungkin aku mengungkapkan perasaan ini, karena itu akan mengganggu kebebasan dia untuk melakukan sesuatu. Apalagi tak lama aku akan pergi dan jika aku kembali apakah perasaan ini akan sama, atau sosoknya pun tetap sama. Memang lebih baik…

Read More

Hilda (Tiga Belas)

Melalui matamu engkau takkan bisa menatap-Ku Hujan semakin deras, membuat penglihatan Wafa terbatas sehingga mobil melaju pelan. “Dari mana tadi?” tanya Wafa memecah hening di antara mereka. “Kampus,” jawab Hilda singkat. “Memang hari Minggu ada kuliah?” “Saya ada pelatihan menulis.” Wafa terdiam mendengar jawaban Hilda dan mencuri pandang di kaca spion depan, dia melihat Hilda…

Read More

Hilda (Dua Belas)

LEMAHNYA KESEJAJARAN LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN Hilda masih terbengong menoleh ke arah belakang, siapa tahu bukan dia yang dipanggilnya. Seorang laki-laki turun dari mobil dengan membawa payung dan menghampirinya. Hilda terkejut dengan laki-laki yang tepat berdiri di depannya dan menjulurkan payung hingga mereka berdekatan dalam satu payung. “Mas Wafa, njenengan,” “Kamu tidak boleh hujan-hujanan, ayo masuk…

Read More

Hilda (Sebelas)

HUJAN DAN DOA MALAIKAT “Tante, jika pelakunya ketemu lantas apa yang saya dapatkan? Saya akan membenci laki-laki itu seumur hidup saya. Dia tidak layak menjadi seorang ayah, saya juga tidak mau jika menikah dengan laki-laki itu. Dia penjahat bukan seorang ayah buat bayi ini. Jika memang hukum manusia tidak bisa diandalkan, maka saya yakin hukum…

Read More

Luka Hilda (Sepuluh)

KEHILANGAN PENDIDIKAN Ibu Ema tergesa-gesa masuk ruangan guru dan menanyakan apa yang baru saja dia dengar dari para siswa. “Bu Tika, apa benar pak kepala sekolah mengeluarkan Hilda?” Bu Tika mengangguk. “Masya Allah, apa tidak bisa dipertimbangkan dulu? Hilda anak yang pintar.” Kata Ibu Ema salah satu guru Ekonomi. Hilda selalu mendapat nilai terbaik dalam…

Read More

Luka Hilda (Sembilan)

KEMATIAN BELA Ibu berpikir, mungkin Rindang bisa membantu mencarikan solusi ini. Segera Dia menghubungi Rindang dan memintanya datang ke rumah karena Dia tidak bisa meninggalkan Hilda sendirian. Rindang pun segera datang dan mendiskusikan masalah ini. “Saya pernah membaca buku terkait hukum aborsi bu, tapi saya juga tidak yakin nantinya kita harus memilih yang mana. Tadi…

Read More

Luka Hilda (Delapan)

BUAH TANPA HATI “Nak, kita tidak boleh tergesah – gesah, kita harus memikirkan matang-matang tentang hal ini sayang,” kata ibu yang juga kebingungan dalam hal ini. “Ini anak haram ibu, Hilda ingin menggugurkannya, Hilda tidak mau punya anak. Hilda mau sekolah…” Tangannya yang memukul-mukul perut membuat ibu semakin khawatir. “Hentikan Hilda, jangan menyakiti diri sendiri…….

Read More

Luka Hilda (Tujuh)

  Hilda masih  terpejam dan air matanya masih membasahi pipi hingga bantalnya. Malam semakin larut, tapi dia tak bisa tidur, bayangan masa lalunya masih berjalan secara spontan dalam pejaman. Betapa dia sangat menyayangi sahabatnya, sering sekali mereka bersama, baik dalam suka maupun duka. Dia sangat percaya dengan Bela, sahabatnya.  (bersambung) ___________ Mohon Maaf, untuk Kisah…

Read More