Bumi adalah Kita: Menjaga Bumi Adalah Menjaga Diri Kita Sendiri

Bumi adalah Kita: Menjaga Bumi Adalah Menjaga Diri Kita Sendiri

Bumi adalah Kita: Menjaga Bumi Adalah Menjaga Diri Kita Sendiri Bumi merupakan satu-satunya planet yang mendukung kehidupan, rumah bagi tujuh miliar manusia, 300.000 spesies tanaman, 600.000 spesies jamur, dan 10 juta spesies binatang serta organisme sel tunggal  yang tak kasat mata (mikroorganisme).  Selama ini, nasib makhluk hidup di bumi sangat bergantung pada manusia, salah satu…

Read More

Fatayat NU DIY dan HMPB FEBI UIN Jogja Gelar Webinar Mubadalah dalam Ruang Ekonomi

PW Fatayat NU DIY bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Program Magister (HMPM) FEBI UIN Sunan Kalijaga menggelar webinar mubadalah dalam ruang ekonomi, meminjam konsep mubadalah Dr. KH. Faqihuddin Abdul Qadir. Webinar yang dilangsungkan pada Jum’at 21 Agustus 2020 ini menampilkan narasumber Lien Iffah N Fina (PW Fatayat NU DIY, dosen UIN Suka, Mahasiswi S3 University of…

Read More
Mafhum Mukhalafah Frase “Tanpa Persetujuan Korban”

Mafhum Mukhalafah Frase “Tanpa Persetujuan Korban”

Mafhum Mukhalafah Frase “Tanpa Persetujuan Korban” Tadi malam, di hadapan para kader ulama perempuan, aku berbiacara tentang logika “mafhum mukhalafah” yang sekarang sedang viral. Sebagaimana kita tahu, publik saat ini sedang terbelah antara pro dan kontra, menanggapi frase “tanpa persetujuan korban” dalam Permendikbud No. 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggunggalangan Kekerasan Seksual (PPKS) di…

Read More

HILDA (DUA PULUH TUJUH)

Cinta yang Terhormat “Halo…. Siapa ini?” Masih tidak terdengar jawaban. Hilda melirik Andin, Andin mengangkat bahunya memberi isyarat kenapa? “Apa gak nyambung ya, gak ada suaranya,” kata Hilda dan akan mengakhiri panggilan tersebut, namun tiba-tiba terdengar suara. “Wa’alaikumussalam Hilda,” Hilda terkejut dan mendekatkan kembali ponselnya ke telinganya. “Iya, maaf siapa ini?” “Aku Wafa,” Hilda terdiam…

Read More

Apakah Kita Sudah Seperti Nabi?

Oleh: Ibu Nyai Hj. Badriyah Fayumi Itu Artinya Kita Seperti Nabi Nabi mencintai Makkah, Madinah, Jazirah Arab sebagai tanah airnya. Kalau kita mencintai Indonesia sebagai tanah air kita, itu artinya kita seperti Nabi yg mencintai tanah airnya sendiri. Nabi memakai gamis, jubah, surban yang merupakan pakaian yang membudaya di masyarakatnya. Kalau kita memakai batik, tenun,…

Read More

Kisah Cinta Abadi 9

LAYLA-MAJNUN (9)Qais membalas surat Layla Oleh: KH. Husein Muhammad Penulis lain menyampaikan kata-kata Layla dalam sumpahnya, “Aku bersumpah kepadamu, duhai kekasih hatiku, Aku mengikat kuat hatiku untuk mencintai Qais seperti cintaku kepada diriku sendiri. Aku kerahkan diriku menjaga seluruh ruhku dari sentuhan orang lain.” Dan akhirnya ia mengatakan : وَبِهَذَا اْلعَهْد الَّذِى أَرْتَبِطُّهُ بِكَ قَدْ…

Read More

    Aris Zurhasanah Kembali Pimpin PC Fatayat NU Kulon Progo Masa Khidmat 2018-2023

    Kulon Progo-Pada perhelatan Konferensi Cabang PC Fatayat NU Kulon Progo, Jum’at (16/2), Aris Zurhasanah dipercaya kembali memimpin PC Fatayat NU Kulon Progo Masa Khidmat 2018-2023. Dari 10 perwakilan masing-masing PAC yang ada di Kulon Progo, Aris Zurhasanah memperoleh suara terbanyak yakni 8 suara sehingga terpilih menjadi ketua PC Fatayat NU Kulon Progo. Dalam sambutannya, Aris…

    Read More

      Gus Rozin: Santri Pemersatu Bangsa

      YOGYAKARTA – Harapan bangsa ini di masa depan adalah kaum santri. Para santri mencatatkan diri sebagai sosok penting bagi berdirinya NKRI. Ketika negara ini coba dirusak persatuan dan kesatuannya, maka santri berdiri paling depan menjadi pejuang untuk bangsa ini. Inilah yang harus diperjuangkan kaum santri, khususnya dalam pemiluhan Duta Santri Nasional 2018 di Yogya ini….

      Read More

      Cara Mengagungkan Bulan Rajab

      Oleh: KH. Ahmad Ali MD* Kata Rajab berakar kata at-Tarjîb, bermakna at-ta’zhîm, artinya mengagungkan, karena orang Arab mengagungkan bulan ini melebihi bulan yang lainnya. Ada beberapa nama untuk Bulan Rajab ini. Syaikh As-Sayyid al-Bakrî ibnu Sayyid Muhammad Syathâ’ ad-Dimyâthî, dalam kitabnya Hâsyiyat I’ânat ath-Thâlibîn ‘alâ Halli Alfâzh Fath al-Mu’în Syarh Qurrat al-‘Ain bi-Muhimmât ad-Dîn li-Zain…

      Read More

      HILDA (TIGA PULUH SEMBILAN)

      Surat Cinta Hilda menulis pesan, kemudian dihapus, menulis lagi dihapus lagi. Dia bingung menentukan kalimat yang tepat untuk dikirim ke Wafa. Akhirnya dengan memberanikan diri, Hilda menuliskanya. “Salam, maaf mas Wafa, kata mbak Nur tadi mas Wafa membaca buku-buku saya. Apa salah satu buku kebawa njenengan?” pesan terkirim dan tak lama Wafa membalas. “Iya benar,…

      Read More