Kisah Cinta Abadi (3)

LAYLA-MAJNUN (3) Oleh: KH. Husein Muhammad Cinta mereka menyebar. Hampir semua orang mendengar dan heboh. Pandangan mereka beragam. Ada yang menyambut riang, ada pula yang tidak atau acuh saja. Sementara ayah Layla berang dan melarang anak gadisnya itu menjalin cinta dengan Qais. Laki-laki ingusan itu dipandang tak pantas untuk Layla. Tetapi tidak dengan ibu Layla….

Read More

Kisah Cinta Abadi (2)

LAYLA-MAJNUN (2) Oleh: KH. Husein Muhammad Sebagaimana kisah Rabi’ah al-‘Adawiyah, Kisah Layla-Majnun juga kontroversial dari aspek apakah ia riil, menyejarah, ada, atau hanya “legenda”, “dongeng” “simbol” belaka. Apakah ia adalah karya khayali para sastrawan yang dituturkan dari mulut ke mulut, berdasarkan tradisi lisan. Para sastrawan yang menulis kisah ini juga berbeda-beda menuturkan jalan ceritanya. Saya…

Read More

Kisah Cinta Abadi yang Legendaris

LAYLA-QAIS AL-MAJNUN (1) Oleh: KH. Husein Muhammad Layla. Boleh jadi itulah nama seorang perempuan yang paling banyak disebut orang sekaligus dijadikan nama bagi anak perempuan. Ia dipakai sebagai lambang sosok perempuan lembut, bersahaja, melankoli dan keelokan yang mempesona. Di dunia Timur Tengah nama ini dikenal luas dalam kisah cinta abadi antara “Qais dan Layla”, atau…

Read More

Gelayut Kembang Rumput

Cerpen: Siwi Nurdiani Tangkai kembang rumput terselip di sela gigi kuning. Dikunyah-kunyah dan dihisapnya, air di dalam rongga yang terasa seperti madu.Memang, lebah-lebah liar biasa menghisap madu dari kembang rumput.Perempuan ceking itu melangkah tanpa irama memandang kejauhan. Dari mata cekungnya, orang tak cukup referensi tentang apa yang bergelayut  di benaknya. Kosong.Sudah sangat lama belek di…

Read More

WAKTU MENGGENGGAM JODOHKU

Cerpen: Muyassarotul H “Aisyah, cepat temui mereka sebentar,” perintah ibu. “Kenapa harus Aisyah, bu? Aisy kan masih sibuk, nih tulisan belum rampung,” kelakku. “Isy…., mereka jauh-jauh dari Surabaya, ke sini ingin ketemu kamu.” <> “Bu, Aisy gak kenal mereka. Ibu dan Bapak saja yang temui,” jawabku yang kemudian membuat ibu sedikit marah. “Terserah kamu. Sampai kapan kamu…

Read More

HILDA (EMPAT PULUH LIMA)

Do’a Para Malaikat *Selesai* Mohon Maaf, untuk Kisah Hilda kami hapus dari web, karena sudah masuk proses Edit untuk diterbitkan dalam bentuk Novel. Insyaallah Novel akan hadir pada awal tahun 2020 (Teruntuk Sahabat Pecinta Kisah Hilda, penulis haturkan terima kasih sudah berkenan membaca kisah Hilda dari awal hingga akhir. Mohon maaf jika banyak kesalahan dan…

Read More

HILDA (EMPAT PULUH EMPAT)

Kalung Bunga Melati Mohon Maaf, untuk Kisah Hilda kami hapus dari web, karena sudah masuk proses Edit untuk diterbitkan dalam bentuk Novel. Teruntuk Sahabat Pecinta Kisah Hilda, penulis haturkan terima kasih sudah berkenan membaca kisah Hilda, dan tunggu kehadiran kisah Hilda dalam bentuk Novel pada awal tahun 2020. Salam Cinta untuk Semuanya. *Cerbung Muyassaroh H, asal…

Read More

HILDA (EMPAT PULUH TIGA)

Khitbahku Bukan dengan Cincin Hilda kembali membaca pesan yang dikirim Wafa, segera dia balas, “mas, tidak baik berkirim pesan di tengah acara, sudah jangan ganggu aku!” “Kamu yang selalu menggangguku, cepat tuliskan perasaanmu, setelah itu aku akan berhenti mengganggumu.” Jawab Wafa dalam pesannya. Hilda menghela nafas sambil menatap Wafa, kemudian membalas pesannya. “Baca saja mataku,…

Read More

HILDA (EMPAT PULUH DUA)

Cinta Tersembunyi itu Indah Hilda tidak paham arah pembicaraan Wafa, “maukah kamu menjadi perempuan yang halal bagikku untuk aku pandang terus menerus, karena sungguh pandanganku hanya tertuju pada satu perempuan yaitu kamu.” Hilda mengangkat wajahnya dan menatap mata Wafa, terlihat di sana bahwa Wafa serius mengatakan kalimat itu. “Tidak mas, aku tidak layak untuk njenengan.”…

Read More

HILDA (EMPAT PULUH SATU)

Kau Adalah Aku yang Lain “Katakan padaku, beberapa jam lalu sebelum kamu mendengar semua tentang Hilda, kamu mencintainnya dengan tulus?” Wafa terdiam mendengar pertanyaan gus Imam dan sesaat kemudian menganggukkan kepala. “Nah, sekarang apa perasaan itu masih ada dalam hatimu?” Wafa kembali terdiam, tangannya menyentuh dadanya dan berpikir meyakinkan diri tentang perasaannya sekarang. “Kamu masih…

Read More