Do’a Para Malaikat

*Selesai*

Mohon Maaf, untuk Kisah Hilda kami hapus dari web, karena sudah masuk proses Edit untuk diterbitkan dalam bentuk Novel.

Insyaallah Novel akan hadir pada awal tahun 2020

(Teruntuk Sahabat Pecinta Kisah Hilda, penulis haturkan terima kasih sudah berkenan membaca kisah Hilda dari awal hingga akhir. Mohon maaf jika banyak kesalahan dan kekurangan,semoga kita semua mendapatkan rahmat dan ampunan dari Allah SWT.
Jika berkenan mohon luangkan waktu untuk menuliskan komentar tentang Hilda di bawah ini atau di akun media sosial penulis, apapun komentar, masukan, saran dan kritik akan sangat membantu penulis untuk kembali menyajikan kisah-kisah selanjutnya, tentunya dengan bahasa yang sopan dan santun.
Sekali lagi terima kasih tak terhingga….. Oh iya, untuk menambah kecintaan kita dari kisah ini, insyaallah penulis akan menghadirkan bonus 2 episode dlam Novel HIlda-Wafa ketika mereka berada di Australia. Akan ada kisah di mana Hilda bisa sembuh dari traumanya dan pelajaran tentang bagaimana suami istri meraih keluarga sakinah, karena sakinah hanya akan terwujud jika dijalani bersama-sama.)
Salam Sayang dari penulis untuk semuanya.

*Cerbung Muyassaroh H, asal Panguragan Cirebon. Saat ini menetap di Wonocatur Baguntapan Bantul. Bersama keluarga kecilnya Ia menemani anak-anak di TPA Masjid Az-Zahrotun.
Silahkan ikuti akun penulis:
FB: Muyassaroh Hafidzoh
IG: muyassaroh_h 

12 COMMENTS

  1. terimakasih nyai telah membuat tulisan yg begitu luar biasa…

    membaca HILDA seperti membaca diriku sendiri…

    sampai saat ini dengan siapapun aku bertemu laki laki selain suamiku aku merasa ketakutan risih sampai tubuh gemetar…

    yg susah di hilangkan adalah tentang pemikiran ku terhadap laki laki bahwa mereka hanya memandang perempuan dengan nafsu…

    padahal aku selalu belajar dan aku tahu bahwa masih banyak laki laki yg menghormati perempuan

  2. Terima kasih bu Muyas, guru ngaji siva di Wonocatur yang telah memberikan ilmu banyak sama siva tentang ilmu agama dan juga ini. Memberikan kisah Hilda yang begitu luar biasa. Berat memang bacaanya hehe, tapi siva yang bukan santri pondok jadi bisa belajar ilmu yang ada di pondok hehe, rasanya seperti ada di dalamnya hehe. Kisah Pasangan yang saling menghormati, romantis dalam ketaatan menuju ridho-Nya:))
    Tidak hanya sebatas itu, Siva jadi tau isu-isu sosial tentang perempuan(feminisme, gender, kepenulisan). Bagaimana seharusnya laki-laki menghormati perempuan dan menjaganya dengan baik.
    Ditunggu kisah insipratif lainnya bu Muyas:))

    • Siva Ramadina sama saya juga belum pernah atau merasakan jadi santri dan mondok.. Dengan cerbung ini saya bisa belajar ttg ilmu yang ada di pondok secara tidak langsung melalui cerbung ini 🙂

  3. Ditunggu sekali bonus 2 episode hilda dan mas wafa saat di australia 😍.. Udah nda sabar nungguin kelanjutannya.. Terimakasih banyak sudah menghadirkan Hilda dan mas wafa di cerbung ini.. ☺

    • Karna mencintai seseorang harus menghormati cinta itu sendiri
      Suwun bu nyai sudah menghadirkan kisah yang sangat mengispirasi, bukan hanya bacaan semata tapi banyak hikmah yang bisa diambil dari kisah Hilda

      Ditunggu cerbung yang mengispirasi selanjutnya ibuk

  4. senang sekali dengan kisah ini. sangat bermanfaat. kisah wafa dan hilda bisa jadi pelajaran bagi siapa saja, khususnya dlm memperjuangkan pendidikan dan menghormati sesama…

  5. Subhanalloh, tulisan yg luar biasa,kebahagiaan keluarga dibangun selain rasa kasih dan sayang juga saling percaya dan saling melindungi yg membuat nyaman pasangannya.
    Walau berawal dr dipisah dengan koper. 😃😃😃😃😃 senyum sendiri bacanya. Walau lagi terharu dengan lrlehan air mata. Good job. Lanjtkn mb Muyas. Tak tunggu cerita-cerita selanjutnya

    • pengen nya langsung di jadikan film layar lebar.. Terus berharap bisa ketemu meet and greet-an sama hilda dan mas wafa.. Kira2 kalo di film kan yg jadi mas wafa siapa yah😆..huaaa terlalu jatuh hati sama cerbung ini ya allah apalagi sama mas wafa 😍

  6. Subhanallah… ndrek bungah cerbung ini jdi mau dterbitkan…
    Baca part ini ikut deg2an ikut senyum2… pokoke kerrreeennn lah mbak iyas ini, bisa bkin cerita yg beda dari yg lain, jg bnyak sekali pelajaran yg bsa d ambil. Sukses trus y mbak…

  7. Subuh subuh nyari cemilaan dan bikin susu ambiran ambyar matae baca hilda ampe akhir bikin takjub dan merinding dan g terasa mb… netes air mata ku baca baca akhir crta yg top markotop laaah

  8. Lewat kisah hilda membuka pikiran masyarakat bahwa gak semua wanita hamil akibat hubungan suka sama suka dan jangan ngejudge sembarangan seorang perempuan yg hamil di luar nikah karna perilakunya yg gak bener dan gak bisa jaga diri.

    Kekerasan bisa dilakuin dimana saja. Namun setelah hujan turun akan ada pelangi. Eaaaaaak….
    Karna hilda bertemu sama mas wafa hehe

    Semoga di dunia ini masih ada sosok wafa dan keluarganya yg menerima perempuan apa adanya tanpa memandang status dan latar belakang.

    Baper maksimal pokoknya deh baca hilda 😁
    Makasih bu muyas sudah menghadirkan hilda dan wafa yg hampir tiap hari memenuhi hari”ku hehe
    Kini ku jadi tau tentang kehidupan di pesantren sampai isu-isu masalah perempuan.

    Semoga selalu menebarkan manfaat dan motivasinya 😊

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here