HILDA (TIGA PULUH ENAM)
Memahaminya, Tidak Semudah Memecahkan Kode “Hilda, kenapa kamu tadi lari?” Wafa terengah-engah karena akhirnya ikut berlari, dia juga melihat Hilda yang masih menata nafasnya. Wafa merasa kasihan melihat Hilda masih memegang kakinya, dia sempat melihat Hilda tersandung sesuatu ketika berlari menaiki tangga halte. “Kakimu, apa baik-baik saja?” Wafa masih melihat Hilda mengelus-ngelus kakinya. “Tentu saja…
