Nyai Jauharoh Sebagai Intelektualisme Pesantren dan Potret Tokoh Ulama Perempuan

Nyai Jauharoh Sebagai Intelektualisme Pesantren dan Potret Tokoh Ulama Perempuan

Nyai Jauharoh Sebagai Intelektualisme Pesantren dan Potret Tokoh Ulama Perempuan Oleh: Siswoyo Aris Munandar Fatayatdiy.com – Hj. Jauharoh Beliau dilahirkan di Krapyak Bantul Yogyakarta pada tahun 1936 dan wafat pada tanggal 9 Desember 1998 pada pukul 20.05 WIB dengan dikelilingi oleh putra-putri dan sanak saudaranya. Beliau dimakamkan di Dongkelan, Bantul yang mana sesuai dengan pesan…

Read More

Aris Zurhasanah Kembali Pimpin PC Fatayat NU Kulon Progo Masa Khidmat 2018-2023

Kulon Progo-Pada perhelatan Konferensi Cabang PC Fatayat NU Kulon Progo, Jum’at (16/2), Aris Zurhasanah dipercaya kembali memimpin PC Fatayat NU Kulon Progo Masa Khidmat 2018-2023. Dari 10 perwakilan masing-masing PAC yang ada di Kulon Progo, Aris Zurhasanah memperoleh suara terbanyak yakni 8 suara sehingga terpilih menjadi ketua PC Fatayat NU Kulon Progo. Dalam sambutannya, Aris…

Read More

Kisah Cinta Abadi (3)

LAYLA-MAJNUN (3) Oleh: KH. Husein Muhammad Cinta mereka menyebar. Hampir semua orang mendengar dan heboh. Pandangan mereka beragam. Ada yang menyambut riang, ada pula yang tidak atau acuh saja. Sementara ayah Layla berang dan melarang anak gadisnya itu menjalin cinta dengan Qais. Laki-laki ingusan itu dipandang tak pantas untuk Layla. Tetapi tidak dengan ibu Layla….

Read More

PW FATAYAT NU DIY DAN GERAKAN ANGKATAN MUDA KRISTEN INDONESIA (GAMKI) AKAN GELAR KONSER MUSIK DI TAHUN 2020

Pada Selasa 24 September 2019, Pimpinan Wilayah Fatayat NU DIY kedatangan tamu dari Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) di Bale Nasi Bakar Wirosaban Yogyakarta. Tujuan dari audiensi GAMKI ini adalah mensinergikan program sevisi terkait dengan isu-isu pemuda dan perdamaian. Hal ini akan diawali denganterlibatnya Fatayat NU DIY dalam gelaran pentas musik yang diadakan oleh…

Read More

HILDA (TIGA PULUH SEMBILAN)

Surat Cinta Hilda menulis pesan, kemudian dihapus, menulis lagi dihapus lagi. Dia bingung menentukan kalimat yang tepat untuk dikirim ke Wafa. Akhirnya dengan memberanikan diri, Hilda menuliskanya. “Salam, maaf mas Wafa, kata mbak Nur tadi mas Wafa membaca buku-buku saya. Apa salah satu buku kebawa njenengan?” pesan terkirim dan tak lama Wafa membalas. “Iya benar,…

Read More

Ketika Perempuan Memprotes Ceramah ‘Ustadz’ Provokatif

Oleh: Annas Rolli Muchlisin* Perlu saya klarifikasi terlebih dahulu bahwa tulisan ini tidak berintensi untuk menyebarkan aib seseorang yang oleh sebagian masyarakat dipanggil sebagai seorang ‘ustadz’. Sebutan ‘ustadz’ pada orang ini pun sebenarnya sangat problematis karena kadar keilmuannya yang belum mencukupi (ia sendiri mengaku tidak pernah mengenyam pendidikan di lembaga keagamaan seperti pesantren). Ia menjadi populer…

Read More

Jilbab,Hijab dan Kesalehan (Bagian 3 Selesai)

Oleh: KH. Husein Muhammad Pertanyaan penting dalam isu Jilbab ini adalah mengapa perempuan perlu mengenakan Jilbab?. Ayat al-Qur’an tersebut sesungguhnya telah menyebutkannya secara eksplisit. Yakni ذلك ادنى ان يعرفن“hal itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali”, dan dengan demikianفلا يؤذين “maka mereka tidak akan dilecehkan/ atau disakiti”. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah dikenali dari apa…

Read More

Santri sebagai Pionir Moderasi Beragama di Indonesia

Santri nusantara, selayaknya menjadi pionir moderasi beragama di Indonesia. Oleh : Ulil Albab Al Jawad Indonesia merupakan bangsa yang sangat plural dan multicultural. Sebelum disahkan menjadi negara Indonesia, bangsa ini sudah memiliki keberagaman suku, budaya, dan agama. Dari Sabang sampai Merauke terdapat ribuan suku dan budaya. Sebut saja suku Jawa, Bugis, Sunda, Dayak, Bali, Sasak,…

Read More
Kenapa Perintah Wajibnya Sholat Datang Setelah 10 Tahun Kenabian?

Jangan Rebutan Istilah Islam Kaffah Maupun Islam Moderat

Oleh: KH.Imam Nakha’i Islam Moderat vs Islam Kaffah Setelah virus Radikalisme, Ekstrimisme dan torerisme merebak meluas di Indonesia dan di berbagai Negara lain, muncul wacana membumikan “Islam moderat” sebagai penanggkalnya. Menurut pengusungnya, hanya Islam Moderat yg relevan dengan keindonesiaan yg sangat plural dari seluruh aspeknya, ras, agama, geografi, dan budaya. Tawaran ini, mendapat cibiran serius…

Read More