Pesantren Wujudkan Kader Santri Cinta Lingkungan

Oleh: Lidzikri Ahmad Syaru Robbania

Saya Lidzikri Ahmad Syaru Robbani santri Pondok Modern darusslam Gontor, sebagai seorang pelajar yang telah menimba ilmu agama dan pendidikan dipesantren yang merupakan asas awal untuk membentuk kepribadian. Kita tinggal berasrama dengan tujuan agar saling mengenal satu sama lain. Pesantren  merupakan sekolah yang menjungjung tinggi nilai moral dan akhlakul karimah sebagai tolak ukur keberhasilan seorang santri, karena seseorang yang pintar bukan segalanya apabila akhlak dan moral nya masih dipertanyakan. Keseharian kita dilandasi atas nilai nilai pesantren diantaranya kesederhanaan , keikhlasan, berdikari , ukhuwah Islamiyah dan kebebasan, misalnya saling berbagi satu sama lain, menghormati perbedaan suku, bekerja sama untuk membersihkan lingkungan sekitar dan tidak membuang sampah sembarangan, .

Namun, dewasa ini banyak sekali masyarakat yang belum mendalami penting nya menjaga lingkungan serta menjaga ekosistem di sekitarnya. Hal ini dicerminkan dengan banyaknya kasus  pembuangan sampah sembarangan di tempat wisata yang terus meningkat. Penumpukan sampah seolah menjadi hal sangat lumrah kita temui di sepanjang tempat, seolah masyarakat tidak peduli lagi akan kebersihan sekitarnya. Kondisi sekarang sangat berbeda dengan masa lalu. Di masa lalu, pergerakan masyarakat Indonesia untuk berpergian ke tempat – tempat wisata sangatlah jarang, ini disebabkan karena kurangnya akses informasi teknologi yang didapat. Tak heran , tempat yang pada zaman dulu sangat bersih dan bebas polusi. Bayangkan, jika mereka sadar akan pentingnya menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya maka lingkungannya  pun akan menjadi surga bagi mereka sendiri.

Tetapi , zaman telah berubah. dulu tempat wisata sangatlah bebas dari sampah, kini justru berbeda. Masyarakat di zaman sekarang sudah tidak merasa berdosa untuk membuang sampah dimana – dimana, sampah seolah menjadi hal yang biasa dalam  pikirannya. Tidak mengherankan, banyak bencana banjir yang melanda tempat wisata akibat ulah mereka sendiri.

Belum lama ini dunia berita Indonesia digemparkan dengan berbagai bencana yang menimpa. Dari berbagai macam latar belakang  menggambarkan kurangnya peran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Lembaga WWf Indonesia telah merinci jumlah sampah plastik yang ditemukan dalam perut ikan paus sebanyak 5,9 kg, ini  bukti bahwa hewan laut pun menjadi korban atas kecerobohan manusia. Sampai sekarang banyak sekali pantai di Indonesia yang telah rusak akibat ulah kita sendiri seperti  pantai Kuta Bali, Taman Laut Nasional Bunaken, pulau Sempu, gunung Gede Pangrango dan masih banyak yang lainya. Selain itu pantauan Liputan6.com mengatakan pada selasa (12/1/21) beragam jenis sampah bisa dijumpai mulai dari ember pecah, ban mobil hingga popok bayi bertebaran di Pantai Muaro Lasak Padang Sumatera Utara.

Setelah sekian banyak tempat wisata yang mulai hancur, dampak lain juga dapat terjadi apabila kita tidak sadar untuk memperhatikan betapa pentingnya kebersihan itu diantarnya masalah kesehatan dengan wabah yang menyerang siapa saja, kerugian ekonomi, aktivitas warga terhambat bahkan muncul korban jiwa yang terus melanda. Apabila dari semua yang telah terjadi kita masih sulit untuk berubah kemungkinan besar Indonesia akan menjadi negara polusi dan kotor di tahun – tahun yang akan mendatang.

Jadi, dengan permasalahan bencana di Indonesia mulai dari rusaknya tempat wisata, banjir, polusi dll. Maka, perlunya suatu inovasi yang dapat diterapkan oleh para santri untuk menjaga bumi kita dan memberikan contoh kepada yang lainya bahwa santri pun mampu memberi teladan yang baik yaitu dengan diadakannya upaya 5 M. Program 5M ini berisikan tata cara agar, para santri dapat menanggulangi terjadinya bencana alam, diantaranya menjaga lingkungan sekitar seperti sungai atau selokan serta melakukan pembersihan setidaknya 2x seminggu. Kedua, membuang sampah pada tempatnya, seringkali masyarakat Indonesia membuang sampah sembarangan terutama ke sungai, tentu hal ini akan memberikan dampak buruk dikemudian hari. Selanjutnya, sampah yang menumpuk bisa menyebabkan terjadinya banjir saat curah hujan sedang tinggi. Ketiga, melaksankan penghijauan kembali. Menanam tumbuhan memiliki seribu manfaat agar kita terhindar dari bencana, dengan melakukan penghijauan dengan beragam tumbuhan dapat membuat udara lebih sejuk. Keempat, menggunakan air sewajarnya, hampir tidak disadari kita sering membuang – buang air bersih di rumah kita padahal air merupakan sumber daya alam harus kita hemat dan penggunaanya hanya sewajarnya saja , jangan berlebihan. Kelima,Mengolah sampah pelastik menjadi kreasi seni. Polusi yang terus kita perhatikan di sepanjang jalan disebabkan oleh pembakaran sampah pelastik, dengan kita mendaur ulang sampah tersebut dapat mengurangi terjadinya polusi.

Program 5M ini , bisa terlaksana dengan baik apabila terjalin harmonisasi yang baik antara santri selaku pelaksana program dan pimpinan pondok selaku pihak pendukung. Dengan waktu dan tempat yang sudah ditentukan maka program ini akan berjalan dengan lancer oleh para santri. Untuk kegiatan pertama, pembersihan sungai dan selokan dapat dikerjakaan di pagi ataupun sore hari yang terletak disekitaran pondok. Selanjutnya, kegiatan membuang sampah bisa dilakukan setiap saat yaitu ketika tidak sengaja melihat sampah di jalan tanpa suruhan ataupun paksaan harus sudah sadar untuk membuangnya ketempat sampah yang sudah disedikan, kecuali ketika diadakannya kerja bakti atas perintah pimpinan pondok maka santri pun wajib membersihkan sampah tanpa ada sisa satu pun. Ketiga, penghiajauan kembali santri dapat mengaplikasikan pada suatu kegiatan tanam menanam secara bersamaan berupa pohon – pohonan kecil atau bunga di sekitar halaman pondok yang sudah dintentukan waktu pelaksanaannya oleh masing – masing pondok. Keempat, penggunaan air secukupnya dapat dilakukan ketika santri ingin menggunakan air tersebut seperti cuci – mencuci, mandi, menyiram tanaman dll. Namun, jangan sampai lupa untuk menutup keran air setelah menggunakannya, karena ini mengakibatkan air akan cepat habis. Kelima, mengolah sampah pelastik yang tidak terpakai bisa dijadikan bahan kretifitas santri dikelas saat pelajaran seni ataupun bisa menjadi hiasan – hiasan asrama mereka.

Manfaat yang kita ambil dari program ini adalah agar kita selaku santri juga bisa menanggulangi terjadinya  bencana alam yangsudaah terjadi , serta memberikan contoh dan teladan yang baik kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk menjaga linkungan sekitarnya.

Kesimpulan yang dapat kita ambil adalah dengan banyaknya isu dan berita bencana alam di Indonesia kita, selaku santri patut andil untuk menanggulangi terjadinya bencana tersebut, dengan menerapkan program 5M  secara tidak langsung kita pun sudah berkontribusi untuk menjaga bumi kita ini serta memberikan teladan dan uswah yang baik kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Saran yang dapat diusulkan adalah pemerintah selaku pihak pendukung serta pimpinan pondok selaku pelaksana program ini, haruslah andil dan berpatisipasi dalam setiap kegiatannya . Demikian dengan santri selaku warga negara pun harus sudah sadar akan kepentingan menjaga bumi kita ini agar terhindar dari segala macam bencana.

Demikian Pesantren Wujudkan Kader Santri Cinta Lingkungan. Semoga bermanfaat.

  • Oleh: Lidzikri Ahmad Syaru Robbania, Finalis Duta santri Nasional 2021, santri Pondok Modern darusslam Gontor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here