Cinta dalam Mimpi (Episode 3)

Ketika Harus Melupakan Cinta Sari melihat Farah dan Gus Syauqi di dapur, segera Sari menghampiri mereka. “Apa yang sedang kalian lakukan di sini?”

HILDA (Empat)

“Ibuuuu! Maafkan Hilda. Apa yang harus Hilda lakukan, Ibu… Ibuuuu,” Hilda mengguncang-guncang tubuh Andin di sebelahnya sambil mulutnya terus memanggil-manggil ibunya. “Hilda, bangun… kamu tidak apa-apa? Hilda…!” panggil Andin yang...

CINTA DALAM MIMPI (EPISODE 6)

"Santri Aneh" Sejak kejadian itu, mereka sering berkirim surat dengan cara sama, yakni memasukkan surat tersebut ke dalam saku baju Gus Syauqi. Kini Gus Syauqi mulai mengenal karakter Farah. Gus...

Luka Hilda (Enam)

KEHILANGAN SENYUM Dia selalu merasa ketakutan setiap mengingat tanggal itu. Betapa dirinya hina, hancur, nelangsa, kecewa dan putus asa. Tanggal itu membuat hatinya tertutup untuk menerima cinta dari siapapun. Baginya cinta yang dimilikinya hanya untuk...

HILDA (DUA PULUH TUJUH)

Cinta yang Terhormat “Halo.... Siapa ini?” Masih tidak terdengar jawaban. Hilda melirik Andin, Andin mengangkat bahunya memberi isyarat kenapa? “Apa gak nyambung ya, gak ada suaranya,” kata Hilda...

HILDA (EMPAT PULUH TIGA)

Khitbahku Bukan dengan Cincin Hilda kembali membaca pesan yang dikirim Wafa, segera dia balas, “mas, tidak baik berkirim pesan di tengah acara, sudah jangan ganggu aku!” “Kamu yang...

Cinta dalam Mimpi (episode 4)

Kisah Tumbuhnya Cinta Fatimah Rahmawati, itulah nama perempuan yang sangat dicintai Gus Ahmad Syauqi putra kiai Nadzir Muhammad pengasuh pesantren Al-Falah Pati Jawa Tengah. Pesantren inilah yang menyemalatkan Fatimah...

HILDA (EMPAT PULUH EMPAT)

Kalung Bunga Melati Mohon Maaf, untuk Kisah Hilda kami hapus dari web, karena sudah masuk proses Edit untuk diterbitkan dalam bentuk Novel. Teruntuk Sahabat Pecinta...

HILDA (DUA PULUH SEMBILAN)

Membaca Hati Melalui Mata “Wala budda li tholibi al-‘ilmi  min al-muwadzobati ‘ala ad-darsi wa at-tikrori fi awwali al-laili wa akhirihi, fa inna ma bainal ‘isya’aini wa waqta as-sahri waqtun mubarokun.”

HILDA (TIGA PULUH TUJUH)

Pertemuan Dua samudera Wafa merasa bersalah. Karena dia, Hilda berlari dan tersandung hingga terkilir, dan tadi karena dia mengagetkan Hilda, kakinya yang masih sakit malah kembali menendang meja. “Oh...

Artikel Terbaru

Mafhum Mukhalafah Frase “Tanpa Persetujuan Korban”

Mafhum Mukhalafah Frase “Tanpa Persetujuan Korban”

Mafhum Mukhalafah Frase “Tanpa Persetujuan Korban” Tadi malam, di hadapan para kader ulama perempuan, aku berbiacara tentang logika “mafhum mukhalafah” yang sekarang sedang viral. Sebagaimana...

Instagram