Peningkatan kapasitas dan sosialisasi tanggap bencana diselenggarakan oleh Ansor Banser. Bertempat di Gedung PCNU ruang KH Hasyim As’hari (lantai 3). Acara dimulai pukul 08.00 wib-selesai. Peserta meliputi anggota Ansor Banser dan Fatayat Garfa. Peserta yang hadir berjumlah 70 orang laki-laki dan 6 perempuan.

Untuk pembukaan acara dibuka dengan sambutan oleh Kasat korcab Banser, sahabati Isnaini dan sambutan yang kedua dari Tanfidiyah PCNU Kulon Progo, Bapak KH. M Wasiluddin.

Materi yang diberikan pertama kali adalah mengenai Sosialisasi Kesiapan Masyarakat Menghadapi Bencana Hidrometeorologi oleh BPBD yang dibawakan oleh Bapak Sunardi atau sering disebut dengan Mbah Banser yang bekerja di BPBD Kulon Progo sebagai Komandan TRC. Materi yang diberikan tentang pengetahuan tahapan sebelum terjun langsung dalam evakuasi korban. Ada beberapa tahapan dalam penyelamatan yaitu pra kebencanaan, Tanggap Bencana, dan pasca terjadinya kebencanaan. Pra kebencanaan masih ada fase yang harus diketahui yaitu melakukan persiapan, pencegahan dan mitigasi kebencanaan. Untuk tanggap bencana yang harus dipersiapkan yaitu perlindungan diri sesuai APD dan penanganan gawat darurat. Untuk pasca bencana yang harus dilakukan yaitu pemulihan mental dan pikiran, pemulihan fasilitas dan pembersihan fasilitas yang ada.

Materi selanjutnya diberikan oleh PMI dibawakan oleh dr. Niken S yang bekerja di Puskesmas Galur mengenai Kegawat Daruratan Medis dan Initial Assement.

Disambung dengan materi mengenai Peraturan Daerah Istimewa Yogyakarta Nomer 3 tahun 2015 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Materi ini dibawakan oleh Sahabat Lilik Syaiful yang bekerja sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar. Materi yang diberikan tentang bagaimana kita dalam menata hidup dan pola hidup sehat agar lingkungan kita bersih dan asri dipandang.

Materi yang ke empat mengenai kerohanian dan keaswajaan yang dibawakan oleh Sahabat Banser, Gus Sulis. Selain memberikan tausiyah dan ziba’, Pemateri juga menyampaikan bahwa jadilah ansor/banser yang bermanfaat bagi sesama. Perbanyaklah membaca tasbih dan walisongo adalah pembawa islam ke negeri kita dan kita harus tahu tentang sejarah itu. Dan juga para Ulama NU dan banser yang ikut berjuang dalam memerdekakan indonesia.

Acara yang terakhir ditutup dengan pembentukan Kepengurusan BAGANA Kulon Progo yang baru. Sahabat Mufti Amri terpilih sebagai ketua  BAGANA dan sahabat Eko Amrin sebagai Wakil Ketua BAGANA.

Acara ini merupakan kerja Bersama berbagai pihak. Database dipegang oleh sahabati Nadia Miladinnur dari Garfa dan sahabati Susilawati dari Garfa.

Untuk Trauma Healing oleh sahabat Nurrohman dari Ansor, sahabat Saifuddin dari Ansor, Sahabati Suharti dari Fatayat, Sahabati Suliyah dari Fatayat, sahabati Sri Indah dari Garfa, dan Sahabati Tyas Ambarwati dari Garfa.

Untuk Logistik oleh sahabat Arif Budiantoro dari Banser, sahabat Ngatino dari Banser, sahabati Putri Pebriani dari Garfa, dan sahabati Sumirah dari Garfa.

Untuk DU (Dapur Umum) oleh sahabati Santi dari Garfa, sahabati Resti dari Garfa dan sahabati Andri dari Garfa. Serta perwakilan 5 orang dari 12 Kepanewon untuk terjun di evakuasi dan 1 orang sebagai komandan penyelamatan. Pelatihan ini bukan untuk terakhir tetapi akan ada pelatihan lanjutan lagi dengan materi yang berbeda. Tujuan dari pelatihan lanjutan ini adalah untuk lebih memantapkan pemahaman keahlian di bidang masing-masing tim.

Kesiapan,skil,mental,fisik,dan kesehatan  sangat penting di persiapkan dan di latih sebelum anggota terjun langsung ke lokasi.

Dengan adanya pelatihan berkelanjutan dengan jangka berkala dan materi yang berbeda-beda di harap wawasan dan pengetahuan anggota bisa bertambah,dan lebih siap untuk terjun ke masyarakat.

narahubung :*Pebri*

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here