Sebagai bentuk konsen dalam konsolidasi organisasi, menjaga istiqomah dalam kebaikan, PC Fatayat NU Gunungkidul kembali melaksanakan Turba yang ke dua di PAC Kapanewon Playen pada sabtu, 11 oktober 2020 setelah satu bulan yang lalu melaksanakan acara yang sama di PAC Kapanewon Ngawen.

Acara rutinan PAC Fatayat NU Playen pada kesempatan ini dilaksanakan di kediaman sahabat Rumiyanti, Bleberan, Playen, Gunungkidul. Dihadiri oleh 49 kader PAC Fatayat NU Playen. Berlangsung sejak pukul 13.00 WIB sampai dengan pukul 15.30. rangkaian acara dimulai dengan simaan Al Qur’an secara bergiliran, oleh semua anggota, dzikir tahlil, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars Fatayat, sambutan ketua PAC, dan Sambutan Ketua PC Fatayat NU Gunungkidul.

Dalam sambutannya, Ketua PC Fatayat NU Gunungkidul, sahabati Laily Fauziyah menyampaikan bahwa, penting sekali menjaga semangat untuk terus hadir dalam setiap kegiatan Fatayat, baik agenda rutin maupun agenda incidental, sebab dengan menjaga semangat inilah kader Fatayat NU dapat terus mengembangkan diri dalam wadah yang Insyaallah sangat positif dan direstui oleh para alim para kyai, yaitu Fatayat NU.

Lebih lanjut, sahabati Laily Fauziyah mengatakan bahwa sebagaimana target  PC Fatayat NU Gunungkidul, yakni menghidupkan 18 PC di Gunungkidul, maka sama halnya dengan tanggung jawab PAC, yakni menghidupkan seluruh anak ranting di wilayah PAC Kapanewon Playen, sehingga kader kader Fatayat NU dapat terus mendapatkan kegiatan kegiatan baik itu yang bersifat spiritual ( dzikir, tahlil, simaan Al Qur,an, pembacaan Dziba’, sholawatan, dan sebagainya ) maupun kegiatan yang sifatnya pengembangan diri, termasuk kegiatan kegiatan sosial kemasyarakatan. “Semangat untuk terus berkhidmah di Fatayat NU harus terus dipupuk, saling menguatkan dan saling memotivasi ” tegasnya.

Dalam turba kali ini, pelajaran  penting yang dapat dipetik adalah merawat jamaah dan menjaga istiqomah dalam berkegiatan harus selalu dimiliki dan dikembangkan oleh semua kader Fatayat NU, karena hanya dengan semangat untuk terus istiqomah di jalan Allah maka petunjuk dan ketenangan hati ketika menghadapi semua persoalan dalam hidup dapat terwujud. Istiqomah dalam ibadah akan menghindarkan kita dari kesedihan dan kekhawatiran, karena hati akan senantiasa menyadari bahwa Allah selalu bersama dan melindungi kita. (NF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here