Connect with us

Ketua PC Fatayat NU Gunungkidul Seorang Kepala Sekolah

Featured

Ketua PC Fatayat NU Gunungkidul Seorang Kepala Sekolah

Ketua PC Fatayat NU Gunungkidul Seorang Kepala Sekolah

Perempuan bernama Laily Fauziah, kelahiran Gunungkidul 13 April 1984 adalah seorang ibu yang memiliki buah hati dengan nama yang indah yakni Tsaqifia Ismatul Maula,Tsabit Ittaqul Maula, dan Tsalitsa Inayatul Maula. Perempuan muda yang mengidolakan Gus Dur ini adalah Ketua Pimpinan Cabang Fatayat NU Gunungkidul periode 2017-2022.

Kepemimpinan Layli ini memiliki karater kuat, karena selain dia adalah ketua PC Fatayat Gunungkidul, Laily juga seorang Kepala Sekolah MI Yappi Karang, Saptosari. Gaya manajerial yang sudah dia kuasai, kemudian diterapkan pula dalam struktur organisasi dalam Fatayat. Terlihat jelas pada semangatnya untuk merangkul kader-kader Fatayat se-Gunungkidul. Prestasi kepemimpinannya terbukti sudah banyak kecamatan yang memiliki Pimpinan Anak Cabang (PAC). Targetnya tahun 2018 akan menuntaskan pengkaderan tingkat PAC dan lanjut pada tingkat ranting.

Semangatnya dalam menggerakkan NU di Gunungkidul terinspirasi dari kedua orang tuanya, yang sejak kecil Laily sering melihat orang tuanya mengabdi untuk NU. Tak menyangka baginya, kalau gerakan yang dilakukannya membawanya menjadi ketua PC Fatayat NU Gunungkidul. Tujuan utama dalam kepemimpinannya adalah Ingin merangkul serta memberdayakan kader-kader muda perempuan NU sehingga bisa bermanfaat di masyarakat.

Caranya dalam mencapai target tersebut dengan menjadikan Fatayat lebih dekat dengan masyarakat. Fatayat NU Gunungkidul harus mampu hadir untuk menjawab kebutuh umat. “Bukan saatnya kita diam saja, namun sudah saatnya kita bergerak menyapa umat, bermanfaat untuk umat.” Jelas Laily.

Laily adalah seorang Pendidik, perempuan lulusan PAI Fakultas Tarbiya STAIYO ini memberikan nuansa mendidik dalam kepemimpinannya. Laily berusaha untuk menjadi pemimpin yang setiap saat bersedia memberikan yang terbaik bagi anggotanya.

Ketika ditanya tentang orang yang sangat berpengaruh dalam kehidupannya, dengan jelas Laily mengatakan “Mas Laix Juwaibir, dia adalah orang yang berpengaruh dalam kehidupan saya. Dia seorang suami, seorang kakak, seorang sahabat juga seorang guru bagi saya. Dia mau memahami saya,mau berbagi peran, contohnya kalau saya ada kegiatan dengan senang hati dia menjaga anak anak. Tanpa dia, saya mungkin tidak bisa seperti ini.”

Laily selalu mencoba untuk selalu memberi manfaat bagi orang lain, karena moto hidupnya adalah Khoirunnas anfa’uhum linna. “ Harapan terbesar saya, PC Fatayat Gunungkidul bisa menjadi rumah para perempuan-perempuan muda untuk meningkatkan kualitas dan kapasitasnya sehingga bisa berkontribusi dalam membangun Gunungkidul yang sejahtera dan Indonesia yang jaya.” (Yas)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Featured

To Top