Connect with us

Gus Muwafiq: Kunci Memiliki Keturunan Hebat, Bahagiakan Perempuan

Sahabat Isma Kazee dan Dek Ara Putri Ketiganya, Lokasi: Belanda.

Nasehat Bijak

Gus Muwafiq: Kunci Memiliki Keturunan Hebat, Bahagiakan Perempuan

Gus Muwafiq: Kunci Memiliki Keturunan Hebat, Bahagiakan Perempuan

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami, pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati, dan jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”

(QS. Al-Furqan:74)

Tentu do’a tersebut sudah sangat familier dengan sahabat sekalian. Do’a ini sangat baik untuk kita baca setiap hari ba’da sholat, untuk menjadikan kita, pasangan kita dan keturunan kita sosok penyejuk hati.  Hati yang sejuk akan memancarkan energi positif, sehingga perilaku yang lahir adalah perilaku terpuji.

Semua orang tua pun berharap memiliki keturunan yang akhlaknya terpuji, karakternya baik juga menjadi orang yang bertakwa kepada Allah SWT. Tak lain kita selalu berharap keturunan kita selalu mendapatkan karunia kesehatan jasmani-ruhani, kecerdasan pikiran dan kebaikan-kebaikan lainnya.

Gus Muwaffiq dan Nyai Ella

Dalam hal ini KH Ahmad Muwafiq memiliki rahasia penting yang seharusnya dilakukan oleh pasangan kita. Apakah itu?

Menurut kiai yang kerap disapa Gus Muwafiq ini, kunci memiliki keturunan yang baik adalah memperlakukan istri dengan baik. Dengan memperlakukan istri dengan baik maka sang istri akan merasa bahagia, dan kebahagiaan itu akan berdampak positif pada anak.

Bagaimanapun, kata Gus Muwafiq, suasana hati seorang ibu sangat berpengaruh pada suasana hati sang anak, dan dengan modal kesenangan dan kegembiraan itu sang ibu akan lebih semangat menemani dan mendidik anak.

“Ketika seorang ibu hatinya tenang, maka ibu akan mengeksplorasi bagaimana mendidik anak yang hebat. Anak lebih banyak menghabiskan waktu bersama ibu, maka hati ibu harus riang gembira, tenang dan tidak terbebani masalah-masalah yang seharusnya menjadi tanggung jawab suami,” kata Gus Muwafiq di laman facebook resminya.

Memang tanggung jawab mendidik anak bukan hanya tanggung jawab ibunya, akan tetapi tanggung jawab bersama,baik ibu maupun ayahnya. Namun Gus Muwafiq juga menuturkan bahwa pengorbanan seorang ibu begitu besar. Untuk melahirkan generasi penerus, seorang ibu harus melewati fase yang tidak sederhana dan bahkan berbahaya karena bisa terancam kehilangan nyawa.

“Yang sudah dilakukan oleh perempuan untuk mencetak generasi penerus kita bukan perkara sepele. Hamil 9 bulan, melahirkan sambil bertaruh nyawa, menyusui dua tahun. Mendampingi anak 24 jam sehari tanpa lelah,” jelas Gus Muwafiq.

Gus Muwafiq lalu membandingkan kekuatan seorang ibu dan ayah dalam menggendong anak. “Sederhana saja; ibu menggendong 2-3 jam kuat-kuat saja, sementara bapak menggendong anak 5 menit sudah pegel-pegel,” pungkasnya. Dengan itu Gus Muwafiq ingin menunjukkan bahwa kedekatan anak lebih pada ibu, umumnya lebih erat dibanding dengan ayahnya.

Untuk itulah penting bagi para laki-laki untuk selalu membahagiakan perempuan dan memuliakannya. Salah satu kebahagiaan perempuan adalah diberi kesempatan untuk selalu belajar atau meraih pendidikan dan mimpinya. Sehingga perempuan sebagai sosok ibu bisa semakin berdaya dan berkualitas. Karena generasi yang berkualitas lahir dari orang tua yang berkualitas pula.

Semoga kita semua diberi keturunan yang baik, ahli iabdah, ahli ilmu dan ahli kebaikan. Amin.

(iyas/red)

*Cover artikel: Sahabat Isma Kazee dan Dek Ara Putri Ketiganya, Lokasi: Belanda.

 

 

Data tambahan dari NU online

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Nasehat Bijak

To Top